Jakarta – Inovasi keamanan lingkungan kembali lahir dari tingkat warga. Setelah sukses dengan program Gerbang Pintar e-Gate 11, kini warga RT 11 Gandaria Utara meluncurkan langkah lanjutan berupa pemberian GPS (Global Position System) kepada warga sebagai upaya pencegahan kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Menurut Ketua RT 11 RW 07 Gandaria Utara IPTU Imam Basori, program ini merupakan pengembangan dari Gerbang Pintar e-Gate 11 yang sebelumnya membantu masyarakat dalam mencegah aksi kejahatan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Dalam program terbaru ini, warga akan menerima alat GPS secara bertahap, dengan skema pembagian dua unit setiap bulan secara bergiliran per kepala keluarga (KK).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk deteksi dini dan pencegahan terhadap kasus curanmor yang kerap menjadi ancaman di lingkungan perkotaan.
“Setelah cluster luar yakni keamanan gerbang e-Gate 11, kami selanjutnya memaksimalkan ke cluster rumah yakni sistem keamanan kepada motor kendaraan warga. Kita gunakan dana operasional RT sebesar 2.5 juta untuk alokasi alat GPS tersebut. Harga GPS ini juga murah senilai 300 s.d 400 ribu, tapi bisa bermanfaat,” tegas Imam Basori saat memberikan sambutan acara Halal Bihalal warga RT 11, Sabtu (11/4/2026).
Kata pria yang akrab disapa Ibas, beberapa inovasi tersebut (e-Gate 11 dan GPS 11) bisa menjadi inspirasi warga lain akan peduli pada sistem keamanan di lingkungannya.
“Semoga inovasi ini bisa memberikan dampak positif serta manfaat nyata bagi seluruh warga, khususnya dalam menjaga keamanan lingkungan. Kembali lagi, dana operasional ini tujuannya adalah dari warga, oleh warga dan untuk warga,” tambahnya.
Disisi lain, Ibas juga berterima kasih dan apresiasi kepada warga yang kompak dan solid dalam bergotong royong sehingga mampu melahirkan inovasi yang berdampak nyata dan menginspirasi banyak pihak.
“Dengan hadirnya program GPS 11, warga RT 11 Gandaria Utara kembali menegaskan diri sebagai pelopor lingkungan berbasis keamanan dan solidaritas sosial di tingkat akar rumput,” ucapnya.
Ditempat yang sama Kapolsek Metro Kebayoran Baru, Nugrahadi Kusuma, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, program ini bukan hanya memberikan rasa aman bagi warga, tetapi juga sangat membantu tugas kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.
“Kalau sudah terlindungi, warga jadi nyaman dan tenang. Ini juga membantu tugas kami di lapangan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program ini bersifat berkelanjutan dan bertahap, sehingga ke depan diharapkan semakin banyak warga yang terlindungi dengan sistem keamanan berbasis teknologi.
Selain itu, penggunaan GPS dinilai efektif tidak hanya pada malam hari, tetapi juga untuk mencegah kejahatan di siang hari, yang seringkali luput dari perhatian.
Sementara itu, Ketua RW 07 Gandaria Utara, Sudarwo, menyampaikan rasa bangga atas kekompakan dan partisipasi warga RT 11 yang dinilai menjadi contoh bagi lingkungan lainnya.
“RT 11 kini menjadi yang terdepan dalam kegiatan masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh warga untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara warga dan aparat mampu menciptakan sistem keamanan yang lebih kuat, bahkan dari level lingkungan terkecil.
Tak hanya fokus pada aspek keamanan, RT 11 juga memperkuat ketahanan pangan mandiri. Pada kesempatan yang sama, warga menggelar kegiatan “Makan Bareng Bergizi” dengan menyajikan hasil budidaya sendiri, berupa ikan lele dan nila.
Kegiatan ini menjadi simbol nyata keberhasilan kolaborasi warga dalam membangun lingkungan yang tidak hanya aman, tetapi juga mandiri secara pangan.
