Duet Jokowi-Prabowo, Publik Bosan Kegaduhan

Jakarta – Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) mengamini keinginan publik yang kepincut opsi menduetkan Joko Widodo dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2019 mendatang. Ketua Presidium Jari 98 Willy Prakarsa pun mengapresiasi pemikiran Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) merilis hasil survei teranyar terkait nama calon presiden di penghujung tahun 2017 lalu dan hasilnya muncul duet Jokowi-Prabowo.

“66,9 persen lho yang setuju dalam survei tersebut, ini jadi bukti Indonesia butuh perpaduan pemimpin yakni Jokowi dan Prabowo. Mayoritas publik Indonesia yang menghendaki duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2019,” tegas Willy Prakarsa, hari ini.

Menurut Willy, jika Jokowi dan Prabowo bersatu dalam Pilpres 2019 maka dipastikan kemenangan ada ditangan mereka, dan tidak lagi terkotak-kotak dan meminimalisir konflik yang kerap gaduh selama ini masuk keruang publik.

“Minimalisir anggaran sudah pastinya karena bakal satu putaran lah. Sisa dana bisa dialokasikan untuk membantu kepentingan rakyat di tanah air, minimal menciptakan lapangan pekerjaan. Kegaduhan hilang semua kembali bersatu, merajut lagi silaturahmi dan persaudaraan tidak ada perbedaan,” terang Willy.

Lebih lanjut, Willy meminta agar Prabowo bisa legowo menerima kenyataan keinginan publik yang meminta agar mendampingi Jokowi di laga Pilpres 2019 mendatang. “Mayoritas publik merestui jika mereka duet di Pilpres 2019. Satu-satunya cara menyelamatkan Indonesia dari kegaduhan ya duet tersebut. Politik Indonesia elastis sesuai kepentingan dan kebutuhan situasi,” ucap Willy.

Kendati demikian, kata Willy, bisa saja nantinya berubah di last menit jelang kick off Pilpres 2019 yakni Jokowi duet dengan beberapa kandidat lainnya selain Prabowo seperti Budi Gunawan, Gatot Nurmantyo, Tito Karnavian, Muhaimin Iskandar, AHY, Chairul Tanjung, atau nama-nama ulama seperti Din Syamsuddin, Jimly Asshidiqie atau lainnya.

“Tidak menutup kemungkinan kan, semuanya pingin tampil jadi pendampingnya Jokowi. Jokowi adalah putera terbaik bangsa, yang pingin melamar untuk mendampingi dia pastinya juga banyak,” jelasnya.

Lebih jauh, Willy menegaskan pihaknya akan bersikap netral dan terus mengkritisi pemerintahan bersama rakyat demi majunya bangsa dan negara.

“Kita akan terus mengawal dan mengikuti perkembangan perpolitikan dalam negeri maupun Internasional. Pesan kami, jaga demokrasi di tanah air dengan baik, sikapi secara demokratis karena perbedaan adalah hal terindah dari karunia ilahi yang perlu kita sikapi secara dewasa., majulah negeriku, jayalah bangsaku,” tandasnya.

 

Pos terkait