Bukan Sekadar Lomba! RT 11 Gandaria Utara Ajak Warga Wujudkan Ketahanan Pangan dari Pekarangan

JAKARTA – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 diwujudkan dengan cara berbeda oleh warga RT 11 RW 7 Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berkolaborasi dengan Pemerintah Kelurahan Gandaria Utara, warga meluncurkan Lomba Ketahanan Pangan bertajuk “Satu Rumah, Seribu Manfaat. Dari Pekarangan, Kita Wujudkan Ketahanan Pangan.”

Program ini mengajak setiap keluarga memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri. Sebagai langkah awal, setiap rumah akan menerima satu bibit tanaman sayur dari pengurus RT yang kemudian diharapkan berkembang menjadi kebun sayur mini dengan beragam jenis tanaman.

Bacaan Lainnya

Lebih dari sekadar perlombaan, gerakan ini menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan berbasis keluarga, meningkatkan kualitas lingkungan, sekaligus memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat perkotaan.

Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Imam Basori (Ibas), mengatakan bahwa ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.

“Kami ingin membuktikan bahwa ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari lahan yang luas. Dari satu bibit yang ditanam di pekarangan rumah pun, jika dilakukan bersama-sama, dampaknya bisa luar biasa bagi lingkungan dan ketahanan pangan masyarakat,” hari ini.

Menurut Ibas, gerakan ini juga mengintegrasikan inovasi lingkungan yang telah dikembangkan warga, yaitu KOMLING (Kompos Keliling) dan KOMA (Komposter Mandiri), sehingga sampah organik rumah tangga dapat diolah menjadi pupuk kompos untuk menyuburkan tanaman.

“Kami ingin membangun sebuah ekosistem. Sampah rumah tangga diolah menjadi kompos, kompos menyuburkan tanaman, hasil tanaman dikonsumsi keluarga. Inilah bentuk ekonomi sirkular yang dimulai dari tingkat RT,” ucapnya.

Sementara itu, Lurah Gandaria Utara, M. Fahri, mengapresiasi inisiatif warga RT 11 yang dinilai mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di wilayah perkotaan.

“Kolaborasi seperti inilah yang dibutuhkan saat ini. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika warga memiliki semangat berinovasi dan bergotong royong, hasilnya akan jauh lebih berdampak. Kami berharap gerakan ini menjadi inspirasi bagi lingkungan lain,” jelasnya.

Fahri menambahkan bahwa pemanfaatan pekarangan rumah bukan hanya memperkuat ketahanan pangan keluarga, tetapi juga memperindah lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Penilaian lomba akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026 dengan sejumlah kategori, mulai dari keberagaman tanaman, kesuburan, kebersihan halaman, kreativitas penataan, hingga pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam.

Para pemenang akan memperoleh hadiah berupa sepeda, air fryer, dan voucher belanja, yang akan diumumkan pada malam puncak perayaan HUT RI di RT 11 RW 7.

Melalui kolaborasi antara warga dan Pemerintah Kelurahan Gandaria Utara, gerakan ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga melahirkan budaya baru: memanfaatkan setiap jengkal pekarangan sebagai sumber pangan, memperkuat ketahanan keluarga, sekaligus membangun lingkungan yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.

Dengan semangat “Satu Rumah, Seribu Manfaat”, RT 11 RW 7 Gandaria Utara ingin menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana menanam satu bibit hari ini untuk masa depan yang lebih mandiri dan lestari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *