Suyudi Ario Seto Dinobatkan Tokoh Anti Narkoba 2026, Anak Jadi Fokus Perlindungan

JAKARTA — Komitmen Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto dalam memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika mendapat apresiasi. Suyudi dinobatkan sebagai Tokoh Anti Narkoba 2026 dalam ajang Appreciation Night dalam rangka memperingati HUT ke-17 PT Kabar Grup Indonesia (KGI).

Penghargaan tersebut diterima oleh Plt. Deputi Pencegahan BNN RI Tri Julianto Djatiutomo sebagai perwakilan Suyudi. Acara berlangsung di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).

Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap kiprah Suyudi dalam memperkuat program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Indonesia.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah ANANDA BERSINAR, akronim dari Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika.

Program tersebut menempatkan anak dan generasi muda sebagai bagian penting dalam strategi pencegahan penyalahgunaan narkotika. Edukasi serta perlindungan sejak usia dini dinilai penting untuk membangun benteng terhadap ancaman narkoba.

“ANANDA BERSINAR menjadi salah satu program yang mendapat perhatian karena menempatkan anak dan generasi muda sebagai bagian penting dalam strategi pencegahan narkotika,” ujar pihak BNN, Sabtu (12/9/2026).

Bagi BNN, penghargaan Tokoh Anti Narkoba 2026 tidak hanya menjadi pengakuan terhadap kinerja pimpinan lembaga. Apresiasi tersebut juga dipandang sebagai momentum untuk memperluas gerakan antinarkotika melalui kolaborasi lintas sektor.

Sinergi antara BNN, media massa, pemerintah, dan masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat edukasi mengenai bahaya narkotika sekaligus membangun kepedulian publik.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang semakin kuat dalam melindungi anak dan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

“Dengan sinergi lintas sektor, gerakan menuju Indonesia Bersinar diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menciptakan generasi yang sehat dan terbebas dari narkotika,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *