Jaksa Agung M Prasetyo, Realisasi Janji Jokowi-JK dalam Nawacita Dipertanyakan

Jakarta – Desakan publik kian menguat agar Presiden Jokowi mencopot Jaksa Agung M. Prasetyo. Kali ini, desakan itu muncul dari Presidium Persatuan Pergerakan (PP) Andrianto karena tak ada prestasi yang dapat ditonjolkan Prasetyo di masa pemerintahan Jokowi yang sudah berjalan tiga tahun ini.

“Pemerintahan sudah berjalan tiga tahun ini tanpa sebuah prestasi yang menakjubkan. Boleh dibilang hasilnya rata rata under perfomance. Hal ini dirasakan rakyat yang berharap akan adanya perubahan. Yang jadi tolak ukur antara lain kinerja Kejakgung yang jauh dari harapan. Pointnya paling jeblok,” ungkap Andrianto, hari ini.

Andrianto mengutip data dari beberapa sumber lembaga survei perihal ketidakpuasan publik terhadap kinerja Kejaksaan Agung dalam bidang penegakan hukum.

“Dalam survey terakhir dari lembaga SMRC, Pol Traking dan Indo Barometeer tingkat kepuasaan Publik di sektor hukum cuman diangka 40 %. Hampir sama dengan tingkat kepuasaan ekonomi yang diangka 45 %. Padahal sektor hukum ini jadi aplikatif dalam menilai kinerja pemerintahan keseluruhan,” ucapnya.

Diketahui, Prasetyo merupakan Jaksa Agung dari Partai Nasional Demokrat (NasDem). NasDem ini dipimpin Surya Paloh. Sebelum jadi Jaksa Agung, Prasetyo terpilih sebagai anggota DPR. Penunjukan Prasetyo sebagai Jaksa Agung terus menuai kritikan. Hal ini disebabkan karena Jokowi pernah berjanji, sebagaimana tertuang dalam nawa cita, bahwa jabatan Jaksa Agung akan diisi oleh kalangan profesional dan bukan dari parpol.

“Ini, nyata ada kader Partai Politik dari Nasdem yakni Presetyo yang mengisi Jaksa Agung. Nawacita Jokowi, sebut Jaksa Agung harus diisi kalangan profesional bukan dari parpol,” kata Andrianto.

Menurut Andrianto, sejumlah kinerja Prasetyo yang tidak sesuai harapan antara lain adalah soal tidak jelasnya pemberantasan korupsi dan hukuman mati bagi gembong narkoba.

“Publik mensinyalir Prasetyo bermain dalam wilyah politis. Banyak langkah langkahnya tercium dalam irama kepentingan politis. Wajar bila Trimedya panjaitan Anggota Komisi 3 DPR dari Fraksi PDIP meminta Prasetyo dicopot,” katanya.

Menurut Andrianto, semestinya diakhir pemerintahan yang tersisa ini alangkah baiknya bila Jokowi kembali ke nawa citanya untuk mengembalikan Jaksa Agung ke figur profesional yang berkerja tidak partisan.

“Bila saja ini dipenuhi, semoga saja publik kembali simpati dan meningkatkan elektibilitasnya yang di angka rawan,” tutup Andrianto.

 

Pos terkait