Penipuan Kartu Prakerja Menggila, Ini Cara Cerdas Kenali dan Atasi

Jakarta – Cyber crime dapat diartikan sebagai kegiatan ilegal dengan perantara komputer yang dapat dilakukan melalui jaringan elektronik global. Lewat internet, masalah kriminalitas semakin kompleks karena ruang lingkupnya yang luas. Cyber crime pada dasarnya adalah suatu tindak pidana yang berkaitan dengan cyber space, baik menyerang fasilitas umum di dalam cyber space atau pun kepemilikan pribadi.

Tidak luput yang menjadi sasaran saat ini adalah scam atau penipuan kartu Prakerja. Kartu prakerja merupakan program pemerintah yang digunakan untuk mengembangkan kompetensi kerja dan kewirausahaan bagi para pencari kerja. Dampak yang ditimbulkan dari kita mengisi data dari situs prakerja palsu adalah kebocoran dan penyalahgunaan data.

Bacaan Lainnya

Definisi scamming ( Scammer ) adalah orang yang menggunakan trik dan skema penipuan untuk mendapatkan bantuan dari seseorang. Seorang scammer akan bertindak untuk mendapatkan kepercayaan korban. Kebanyakan kasus scamming, pelaku tidak memiliki keterampilan pemrograman yang unik namun mereka mengandalkan permainan pikiran agar calon korban menyerah pada tuntutan mereka, termasuk scamming pada program Kartu Prakerja.

Berikut dampak berbahaya yang ditimbulkan dari kita mengisi data dalam situs palsu tersebut:

1. Terjadinya kebocoran data
A. Kebocoran data berupa nomor telepon dan data pribadi.
B. Kebocoran data berupa KTP atau surat penting lainnya.

2. Penyalahgunaan data
Contoh penyalahgunaan data yaitu :
A. Pinjaman online yang dilakukan pelaku namun tersebut yang menggunakan data diri kita.
B. Dijualnya nomor handphone yang kita isi dalam website tersebut.

3. Terinfeksi virus (malware) yang berbahaya bagi perangkat seluler atau komputer kita.

Pelaku scamming biasa nya akan mengirim pesan singkat pada korban, sebagai contoh:

“Daftar Prakerja Sekarang, dapatkan bantuan sebesar 600.000 dari pemerintah lewat program prakerja. Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi berupa bantuan biaya yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja ter-PHK atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi.”

Dalam pesan singkat tersebut pelaku akan memberikan sebuah link website dan paduan untuk mendaftarnya, seperti berikut ini :

“Bantuan akan dikirim setiap bulan selama program ini berjalan. Langkah untuk mendaftar Prakerja :
– Kunjungi situs https://kartu-prakerja.com/?ref=insentif600rb
– Isi formulir data diri
– Anda akan mendapatkan pemberitahuan melalui e-mail/nomor HP.
Bantuan akan dikirim melalui rekening bank “Harap bagikan pesan ini kepada kerabat yang membutuhkan.”

Contoh lain yang bisa kita lihat untuk mengenali website palsu ialah sebagai berikut:

1. Domain Website yang tidak resmi
Domain website resmi prakerja hanya https://www.prakerja.go.id/ . Selain itu bisa dinyatakan bahwa website tersebut palsu.

2. Tampilan website yang tidak rapi. Dimaksud tidak rapi adalah adanya iklan mencurigakan atau tidak jelasnya bentuk dari website tersebut. Contoh: gambar yang rusak, adanya kolom testimoni yang seharusnya tidak dicantumkan).

3. Pengunjung diharuskan melakukan sesuatu yang tidak semestinya, misalkan mengunduh aplikasi atau mendaftar di website lain selain situs https://www.prakerja.go.id/

Jadi tetaplah waspada dan hati-hati dalam berselancar di dunia maya. Jangan mudah tergiur dan percaya pesan broadcast atau website tidak resmi dan meragukan.

Pos terkait